Jelang Uji Kinerja UKMPPG 2022, LPTK IAIN Kediri Mengadakan Acara Penyamaan Persepsi Penguji UKIN Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan

LPTK IAIN Kediri mengadakan acara penyamaan persepsi penguji UKIN Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan pada hari Sabtu (16/07/2022) bertempat di Hotel Viva Kediri. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan persamaan persepsi penguji UKIN Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan LPTK IAIN Kediri.

Kegiatan Penyamaan Persepsi Penguji UKIN PPG Dalam jabatan dibuka secara resmi oleh Ketua LPTK IAIN Kediri, Prof. Dr. Hj. Munifah, M.Pd. Hadir dalam acara ini Wakil Dekan 1 Fakultas Tarbiyah, Wakil Dekan 2 Fakultas Tarbiyah, Wakil Dekan 3 Fakultas Tarbiyah, Wakil Ketua Panitia Nasional UKMPPG, dan 58 penguji UKIN yang terdiri dari 31 Dosen dan 27 Guru Pamong.

Munifah, selaku Ketua LPTK IAIN Kediri dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan hari ini bertujuan untuk menyamakan persepsi 58 penguji ukin yang nantinya akan menguji 200 mahasiswa PPG yang terdiri dari 125 mahasiswa PAI dan 75 mahasiswa Madrasah. Munifah berharap seluruh mahasiswa PPG dapat lulus semua sesuai dengan kriteria yang ada.

Setelah acara pembukaan resmi dari ketua LPTK IAIN Kediri, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi penyamaan persepsi penguji UKIN PPG dalam jabatan. Dalam penyamaan persepsi ini, narasumber yang juga selaku wakil ketua panitia nasional UKMPPG, Dr. Subanji, S.Pd., M.Si menyampaikan terkait mekanisme UKIN dan UP UKMPPG 2022

Perkembangan UKMPPG 2021-2022 menggunakan PPG daring dengan 7 kriteria (CPL), UP berbasis domisili serta UKIN pembelajaran dan portofolio yang terdiri dari 6 komponen. Subanji menegaskan bahwa profil guru profesional harus memenuhi 7 kriteria antara lain: berkepribadian baik, mampu merumuskan indikator CP, menguasai materi ajar, mampu merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melakukan penilaian, dan pengembangan diri

Lebih lanjut, subanji menegaskan bahwa ada beberapa sebab mengapa mahasiswa tidak lulus UKIn antara lain: RPP yang dibuat dan diupload tidak lengkap, video yang diupload tidak lengkap, dan tidak mengisi portofolio. Namun ada juga penyebab mahasiswa tidak lulus karena kasus penilaian seperti: ada perbedaan skor penilaian antar dua penilai (dosen dan guru), adanya kekurangtelitian dalam membaca dokumen, terlambat dalam melakukan penilaian dan penilai tidak bisa membuka alamat link yang dikirim mahasiswa. Sesi ditutup dengan diskusi dan tanya jawab bersama narasumber

Setelah sesi penyamaan persepsi penguji UKIN yang disampaikan oleh Subanji, acara dilanjutkan dengan briefing persiapan UKIN oleh Tim Kurikulum LPTK IAIN Kediri.

Acara Penyamaan Persepsi Penguji UKIN PPG dalam jabatan ditutup dengan diskusi interaktif antara penguji UKIN dan Tim Kurikulum LPTK IAIN Kediri. (RN)

Leave a Reply

Your email address will not be published.